Senin, 12 November 2012

MEDIA TABULAMPOT

Tabulampot atau tanaman buah dalam pot memang sangat menarik untuk kita semua, bahkan yang selama ini tidak gemar berkebun pun akan terpikat saat melihat sosok tanaman bertajuk compact dengan buah-buah segar yang bergelantungan, begitu juga dengan tabulampot anggur yang sekarang makin digemari dan menjadi primadona. Sebenarnya sudah sejak lama anggur ditanam dalam pot, tetapi sebelumnya tidak pernah sepopuler sekarang, hal ini disebabkan oleh pemikiran yang salah terhadap angggur, dikira angggur tumbuh menjalar kemana-mana dan tidak bisa dibentuk mini dalam pot, dan juga karena selama ini varietas anggur yang ada di Indonesia hanya sebatas varietas anggur untuk bahan pembuatan wine, dengan buah yang kecil dan rasa yang masam. Tetapi sekarang Thomasgrape telah menyediakan berbagai varietas anggur yang layak untuk dikonsumsi sebagai buah anggur meja, bahkan saat ini sedang mempersiapkan banyak lagi varietas anggur meja dengan kualitas yang luar biasa yang di-import dari Jepang.
Menanam anggur tidaklah sulit, sekalipun ditanam dalam pot. Tetapi di antara ribuan customer Thomasgrape ada beberapa customer yang mengalami kesulitan dalam memelihara tanaman anggur kesayangannya yang tiba-tiba layu, pertumbuhannya lambat, bahkan ada juga yang gagal, padahal bibit diterima dalam keadaan segar.  Kebanyakan dari kasus yang ada disebabkan oleh kesalahan dalam menentukan media tanamnya karena biasanya media yang digunakan adalah media jadi yang didapatkan dari pedagang tanaman setempat ataupun mencampur sendiri dengan komposisi dan bahan yang salah. Pada posting terdahulu telah diulas tentang media tanam untuk anggur, namun demikian karena kondisi tanah, pupuk kandang dan pasir di masing-masing wilayah berbeda membuat campuran media yang dihasilkan tidak sesuai dengan karakteristik yang diharapkan oleh anggur.

Lalu bagaimanakah media yang baik untuk tanaman anggur? Anggur bisa tumbuh hampir pada semua jenis tanah dan tumbuh baik pada tanah lempung berpasir (setidaknya begitulah teorinya). Untuk penanaman langsung di tanah memang teori tersebut ada benarnya, tetapi bukan berarti tanah lempung berpasir bisa dengan begitu saja digunakan sebagai media tanam anggur dalam pot.
Pada dasarnya media tanam yang digunakan untuk penanaman anggur dalam pot bisa menggunakan campuran apa saja asalkan media yang dihasilkan tidak menyimpan air terlalu lama dan juga tidak terlalu cepat kering, yang dibutuhkan adalah kelembaban yang stabil. Dan yang terbaik adalah media yang tidak mudah menjadi panas akibat sengatan cahaya matahari, karena jika suhu dalam pot menjadi tinggi perkembangan akar juga akan terganggu.

HORTICULTURAL PERLITE !!! Ini solusinya...
Perlite adalah batuan vulkanis yang unik yang bisa mengembang seperti pop-corn hingga 20 kali dari besar volume asalnya ketika dipanaskan dengan cepat pada temperatur 925 derajat celcius. Ketika sudah mengembang setiap butiran perlite yang berwarna putih salju menjadi steril dan memiliki pH netral dan mengandung banyak sekali pori-pori dan gelembung tertutup di dalamnya.
Mengapa menggunakan Perlite sebagai campuran media tanam untuk anggur?
>> Perlite menyerap kelebihan porsi air dalam media sehingga media tidak menjadi becek.
>> Perlite bisa meredam pemanasan media akibat sengatan cahaya matahari.
>> Pencampuran perlite ke dalam media tanam bisa membuat tanah tetap gembur.
>> Perlite menyerap air dan nutrisi dan melepaskannya kembali untuk diserap tanaman.
>> Perlite membuat media tanam berpori sehingga kandungan oksigen media tercukupi.
>> Penggunaan perlite sebagai campuran media bisa meningkatkan drainase.
>> Perlite tidak disukai oleh serangga dan nematoda pengganggu akar.
>> Perlite bersifat steril sehingga tidak beracun dan sesuai untuk campuran media tanam.
>> Perlite sangat ringan, memudahkan pemindahan pot jika diperlukan.
>> Perlite bisa menjaga kelembaban media tanam tanpa membuatnya becek.
>> Perlite ber-pH netral.

Masih banyak lagi kelebihan dan manfaat penggunaan perlite sebagai campuran media tanam, tetapi yang perlu diperhatikan adalah pemilihan jenis dan ukuran yang tepat untuk mendapatkan campuran yang benar-benar sesuai.

Kesulitan mendapatkan Horticultural Perlite? Atau ingin mendapatkan Horticultural Perlite yang tepat untuk campuran media tanam? Klik di sini untuk melihat daftar harga Silahkan hubungi 0857-3232-1000 dengan SMS.

Tersedia juga "MIXED CONTAINER MEDIUM" media tanam siap pakai untuk tabulampot anggur (bagus juga untuk tanaman lainnya),  perlite dan organic fertilizer sudah terkandung di dalamnya. Klik di sini untuk melihat daftar harga

Rabu, 24 Oktober 2012

GRAFTING GRAPEVINES / Okulasi Anggur

Grafting atau Okulasi adalah tindakan penyambungan dua varietas yang berbeda. Pada tanaman anggur pada umumnya penyambungan atau grafting ini dilakukan karena beberapa alasan, untuk mengganti varietas lama menjadi varietas baru, untuk mempermudah pertumbuhan varietas yang sulit adaptasi dengan tanah setempat, untuk perbanyakan massal varietas baru dan untuk sebuah kesenangan menyambung beberapa varietas pada satu pohon induk.

Untuk lebih jelasnya akan saya ulas satu per satu sebagai berikut:

Grafting untuk mengganti varietas lama menjadi varietas baru.
Seiring perkembangan penelitian viticulture varietas anggur semakin beragam dengan kelebihannya masing-masing, ukuran yang lebih besar, warna yang lebih menarik, rasa yang lebih manis dll. Sedangkan petani atau hobiis anggur yang selama ini sudah menggeluti budidaya angggur tentunya sudah memiliki pohon anggur yang sudah berumur maupun yang masih belum produktif. Seperti yang terjadi di sekitar kita, kebanyakan pohon anggur yang ditanam oleh petani maupun hobiis adalah varietas lama yang notabene adalah anggur untuk bahan wine yang sebenarnya kurang layak untuk disebut anggur meja karena berukuran kecil dengan rasa yang masam dan berkulit tebal. Nah di sinilah grafting berperan penting untuk memenuhi keinginan mereka merubah pohon yang selama ini ada menjadi varietas baru yang lebih baik.

Grafting untuk membantu pertumbuhan varietas yang kurang adaptif dengan tanah setempat.
Ada beberapa varietas anggur yang akarnya tidak bisa berkembang baik pada kondisi tanah tertentu dan dengan pengolahan tanah pun tidak bisa memperbaiki keadaan, pada kondisi ini grafting adalah metode yang tepat untuk tetap bisa membudidayakan varietas yang kurang adaptif tersebut karena yang digunakan sebagai batang bawah (rootstock) adalah varietas anggur yang mampu tumbuh normal pada kondisi tanah setempat, sedangkan batang atasnya (scion) tidak perlu berakar dan juga tidak perlu mencari nutrisi sendiri. Dengan demikian kendala budidaya semua varietas anggur bisa terlaksana dengan baik.

Grafting untuk perbanyakan massal.
Metode perbanyakan varietas baru yang tercepat adalah dengan metode grafting karena dengan grafting varietas baru yang akan diperbanyak bisa dilakukan hanya dengan satu mata tunas. Mata tunas tersebut yang diokulasikan ke rootstock dari bahan cutting yang banyak tersedia.

Grafting untuk sebuah kesenangan.
Dengan pengetahuan tentang metode grafting kita bisa membuat pohon anggur yang unik, hanya dengan satu batang pohon ternyata kita bisa memperoleh beberapa varietas buah anggur sesuai dengan selera. Misalkan yang diinginkan adalah buah anggur yang berwarna merah, hijau dan hitam, yang harus dilakukan adalah memilih tiga cabang sehat yang kemudian disambung dengan varietas yang diinginkan. Dengan metode grafting ini bisa diperoleh tiga warna anggur yang bergelantungan bersama pada satu pohon, menarik kan?

Setelah mengetahui sekilas tentang manfaat grafting mari kita simak bagaimana cara melakukan metode grafting tersebut, untuk tahap awal akan saya uraikan tentang grafting dengan cara konvensional yang hanya menggunakan peralatan sederhana.

Dimulai dengan persiapan rootstock, ambil rootstock yang mampu tumbuh dengan baik. Persiapkan juga scion yang berukuran diameter sama dengan rootstocknya. Kemudian yang harus dilakukan adalah membuat potongan/sayatan dengan bentuk berpasangan. Bentuk potongan bisa bervariatif yang terpenting lapisan kambium rootstock dan scion harus bertemu dan diusahakan tidak menimbulkan rongga di antara kedua bagian tersebut.


Setelah dipasangkan dengan kuat segera balut dan ikat menggunakan tali plastik atau apa saja yang bisa untuk mengikat, yang terpenting bisa membalut sambungan dengan rapat supaya scion tidak mengering. Jika kelembaban dirasa kurang bisa digunakan sungkup plastik untuk mempertahankan kelambaban sekitar sambungan.


Dalam waktu satu minggu sejak penyambungan jika proses okulasi berhasil mata tunas mulai terlihat membesar seperti gambar di atas. Selain itu pada balutan akan mulai terlihat benjolan akibat pembengkakan kambium.


Mata tunas akan semakin membesar, keadaan sekitar masih harus selalu terjaga kelembabannya, kalau kelembaban kurang perkembangan mata tunas dari scion ini akan terhenti dan mengering. Sebaiknya penyiraman tidak sampai mengenai bagian atas tanaman, cukup pada media saja untuk menghindari pembusukan tunas dan sambungan.

Setelah pertumbuhan mata tunas seperti gambar di atas tercapai, sungkup bisa dibuka supaya daun yang terbuka bisa lebih leluasa pertumbuhannya. Jika tidak dibuka, dengan kelembaban dalam sungkup dan panas bisa membuat daun terbakar.

Setelah perkembangan terlihat seperti gambar di atas berarti proses grafting telah berhasil sempurna, tetapi bukan berarti tali pengikatnya boleh dilepas. Lebih baik dibiarkan sampai batangnya tercekik atau bahkan sampai tali pengikatnya lapuk dengan sendirinya. Dengan demikian sambungan baru tersebut tidak terganggu. Grafting pohon anggur tidak sulit kan? Selamat mencoba.... Have a GRAPE Day...